China Putus Rekor Thailand di Piala Asia

Thailand mesti melupakan impiannya melaju menuju perempat-final Piala Asia guna awalnya selama history. Itu tidak lepas dari hasil negatif 1-2 yang mereka derita melalui China pada fase 16 besar, hari Pekan (20/1/2019).

Thailand sebenarnya mengawali pertandingan dengan lumayan bagus di laga kali ini. Itu dibuktikan dengan keunggulan yang mereka buat saat laga sudah berjalan hingga menit ke-31. Berawal melalui tembakan penjuru, Supachai Jaided sukses memanfaatkan kemelut di hadapan gawang China.

Dia dengan rileks memasukkan bola menuju gawang usai lolos melalui jebakan offside. Goal itu pun membikin China tersentak. Mereka nyaris saja memaksakan skor jadi imbang 1 menit menyambut turun minum, namun tandukan Yu Dabao masih melenceng tipis melalui gawang Thailand.

Negara Tirai Bambu akhirnya bangkit di fase ke 2. 2 goal sukses dibikin di dalam kurun waktu 4 menit. Zhi Xiao berhasil memaksakan skor jadi imbang saat laga sudah berjalan hingga menit ke-67. Meski sundulannya sukses dikandaskan penjaga gawang Thailand, bola muntah yang kembali kepadanya tak ia sia-siakan.

Sehabis itu, anak didik Marcelo Lippi memperoleh keuntungan usai sang pengadil menunjuk titik penalti pasca Chalempong Kerdkaew menjatuhkan Gao Lin di daerah terlarang. Gao Lin yang mengambil sendiri eksekusi tembakan penalti mengerjakan tugasnya dengan bagus.

China sebenarnya bisa menambah keunggulan jadi 3-1. Namun goal itu dianulir sang pengadil usai bintang mereka telah terlebih dahulu terjebak offside.

Di masa injury time, Thailand nyaris saja mengharuskan pertandingan menuju perpanjangan waktu. Namun tendangan keras pemain berposisi gelandang mereka masih bisa ditepis Yan Junling.

Sampai penghujung laga, score 2-1 buat kemenangan China tak berubah. Bersama pencapaian itu, Negara Gajah Putih tidak berhasil membuntuti jejak sesama negara Asia Tenggara, Vietnam, yang melaju menuju fase perempat-final PIala Asia.

Sancho Mengidolakan Reus

Sancho Mengidolakan Reus

Pemain Borussia Dortmund, Jadon Sancho, menyatakan jika Marco Reus adalah aktor di baik performa impresifnya kampanye musim ini. Menurut pendapatnya, berlaga bareng Reus sudah sukses menjadikannya menjadi bintang yang setingkat lebih bagus.

Kampanye musim ini, Sancho sukses menunjukan penampilan yang cemerlang. Bintang 18 tahun itu bisa menyarangkan 5 goal serta 8 assist melalui 15 performanya pada seluruh turnamen. Penampilan impresifnya jadi satu dari sekian banyak sebab Der BVB sukses jadi pemuncak klasemen sementara Bundesliga kampanye musim ini.

“Saya bahagia dapat bertanding bersamanya. Marco merupakan bintang yang amat kuat dan aku selalu bahagia lantaran dia terus memberi saran. Aku dapat memperlihatkan performa yang cemerlang karena anjuran yang dia beri baik di atas atau luar rumput hijau,” kata Sancho pada Deutsche Welle.

‘Saya menyaksikan Marco menjadi bintang yang kuat dan sudah sukses. Sekarang, aku telah memandang seorang Marco menjadi idola baru Ku di Dortmund,” lanjut bekas punggawa Manchester City itu.

Penghujung pekan mendatang, Lucien Favre tentu bakal berharap ketajaman Sancho bakal kerap berlanjut. Sebab, mereka bakal menjalani pertandingan sulit kontra Bayern Munich. Kentalnya persaingan antar ke 2 kesebelasan membuat pertandingan nanti punya tajuk Der Klassiker.

Tapi, sebelum melawan Bayern, Jacob Bruun Larsen dkk bakal lebih dulu bertanding di turnamen Liga Champions tengah pekan nanti. Di hari Rabu (7/11), mereka bakal bertandang menuju kandang Atletico Madrid, Estadio Wanda Metropolitano.

Ini Harga Pemanas Air Tenaga Matahari

Solar Water Heater 150,250,300 liter dengan sistem direct System. Pilihlah distributor water heater yang lebih paham tuk artikel ini mempermudah Agan. Pipa dimasukkan ke didalam area TPA juga gas metana dapat dikumpulkan serta dipergunakan didalam pembangkit listrik tuk memproduksi Dapatkan … Continue reading